Review film Bourne Ultimatum
Setelah hentakan Bourne (Matt Damon) yang sangat memikat di Supremacy 3 tahun lalu kali ini dia ingin mengembalikan memorynya secara full, akhirnya dia pergi ke London untuk bertemu dengan seorang wartawan. Aksi di London ini sangat brillian dan cerdas, yaitu dengan melihat trik Bourne untuk menemui wartawan itu walaupun diawasi oleh puluhan mata CIA. Bourne akhirnya melanjutkan pencarian ke Spanyol, dimana dia bertemu dengan Nicky Parsons (Julia Stiles). Lalu pergi ke Tanguer dan bertarung keras dengan Hitman dari CIA. Disini kita bisa lihat pertarungan hand-to-hand combat yang sangat cepat. Akhirnya diketahui bahwa black-ops Treadstone (seri sebelumnya) diganti dengan Blackbriar dibawah kendali Noah Vossen yang mengijinkan wewenang penuh bagi CIA, untuk sebebas-bebasnya membunuh siapa saja dan melakukan apapun caranya untuk mengamankan negaranya. Di film ini kita bisa melihat penggunaan kehebatan teknologi algoritma searching yang sangat cepat, sadap-menyadap pembicaraan telepon, sadap menyadap kamera, dan lain-lain (persis sepert DIE HARD 4.0) ditampilkan juga secara brillian di film ini.i
Saya nonton film ini seminggu yang lalu di bioskop Samarinda. Berangkat jam 5 sore dari Balikpapan, untuk nonton film jam 8 malam.
Film ini daya tarik terbesarnya menurut saya adalah alur ceritanya yang sangat bagus. Top banget, saya beri nilai 9,5 dari skala 10. Sebagai penutup kisah Jason Bourne (David Webb), seri 1 (Identity) dan 2 (Supremacy) alur cerita film ini sangat realistis, sangat membuat penasaran, dan sangat brillian serta cerdas.
Menurut saya aksi dari Bourne sangat spektakuler dan penuh dengan kecerdasan serta kelebihan fisik dari seorang manusia biasa. Jika anda pernah mengikuti cerita-cerita sebelumnya, saya sangat yakin anda pasti tidak akan mau melewatkan film ini. Sangat brillian.
Alur cerita berawal dari keinginan Bourne untuk menemukan jati dirinya yang sebenarnya, sebelum dicuci otak menjadi Jason Bournce. Untuk menemukan siapa yang paling bertanggung jawab atas hilangnya kehidupan normalnya.
Perjalanan Bourne kali ini dari Moscow ke Turin, Paris, London, Madrid dan Tangier, Morocco, sebelum puncaknya menyelesaikan aksinya di New York.
Dan akhirnya menampilkan ending yang sangat bagus.
NB : Menurut saya, film ini memiliki alur cerita yang cerdas dan sangat memuaskan











Thursday, August 16, 2007 4:22:00 AM WIT
Oi, achei teu blog pelo google tá bem interessante gostei desse post. Quando der dá uma passada pelo meu blog, é sobre camisetas personalizadas, mostra passo a passo como criar uma camiseta personalizada bem maneira. Se você quiser linkar meu blog no seu eu ficaria agradecido, até mais e sucesso.(If you speak English can see the version in English of the Camiseta Personalizada.If he will be possible add my blog in your blogroll I thankful, bye friend).
Saturday, September 8, 2007 2:23:00 AM WIT
wuih nontonnya harus ke samarinda yaa.. soalnya kalo di balikpapan adanya cuma felem lama hehehhehe