DODDI PRIYAMBODO says that COMMITMENT and INNOVATION is The Key to Reach Beyond Your Goal

Everyday is Holiday in My Life. Because My Life is Beautiful :-)


Kepulauan Gili adalah tempat yang sangat tepat untuk mengagumi keindahan dunia, dan mengagumi kebesaran Yang Maha Kuasa.



Kepulauan Gili... The white sands and blue ocean with a lot of colorful fishes will make you never want to leave the island.

Review the Beautiful Island of Gili Trawangan Lombok Indonesia  

Keindahan Tiada Tara Kepulauan GILI LOMBOK INDONESIA (Bagian I)





Pada beberapa hari yang lalu, saya, istri saya dan 1 adik saya serta 2 adik sepupu saya berkesempatan melakukan pesiar ke kepulauan Gili di Lombok Nusa Tenggara Barat Indonesia.
Karena eyang saya (orang tua ibu saya) tinggal di Mataram, maka kesempatan mudik ini saya gunakan sebaik mungkin untuk melakukan pesiar bersama-sama.
Oke, untuk album foto lengkap perjalanan saya secara lengkap di Lombok khususnya kepulauan GILI LOMBOK dapat diunduh pada halaman saya di Flickr dengan alamat : http://tinyurl.com/2xr4fy

Kronologis perjalannya serta review untuk keindahan gili Trawangan, gili Air, dan gili Meno adalah sebagai berikut :

Hari pertama : GILI TRAWANGAN LOMBOK INDONESIA

Untuk mencapai ke Kepulauan Gili, maka kita harus menuju ke tempat keberangkatan kapal menuju kesana. Ada dua buah titik keberangkatan menuju ke kepulauan Gili, yaitu dari Senggigi atau dari Bangsal. Jika anda ingin perjalanan murah meriah maka lebih baik menggunakan kapal feri kecil publik untuk menuju kesana dari Bangsal.

Untuk mencapai Bangsal dari Mataram, ada dua cara yaitu dengan melewati kawasan wisata pantai Senggigi atau dengan melewati kawasan wisata gunung Pusuk. Saya sendiri memilih melewati Gunung Pusuk, karena rute yang lebih dekat dan saya sudah sering melewati Senggigi. Di kawasan gunung pusuk ini anda pasti akan menemui monyet-monyet berkeliaran bebas di jalan raya dan pohon-pohon sekitar gunung. Monyet-monyet ini sengaja dilepas bebas di hutan puncak gunung dan pinggir-pinggir jalan di kawasan pepohonan yang lebat tersebut.

Setelah kami berhenti di puncak gunung lalu memotret monyet-monyet dan menikmati keindahan kepulauan Gili dari puncak gunung tersebut, maka perjalanan diteruskan lurus saja sampai ke pelabuhan Bangsal. Saat sampai disana terdapat parkir untuk mobil dan juga motor 24 jam dengan tarif yang sangat murah +/- Rp.3000,- tanpa batasan jam.

Untuk menuju ke kepulauan Gili dari pelabuhan Bangsal, datangi loket resmi (tapi gak ada calo kok). Belilah tiket feri kecil yang muat max 25 orang, dengan jadwal keberangkatan yang tetap. Untuk jadwal keberangkatan adalah sebagai berikut :
- Gili Trawangan jam 8.15 pagi, harga tiket feri Rp.8000,-
- Gili Air jam 10.15 pagi harga tiket feri Rp.7500,-
- Gili Meno jam 10.15 pagi harga tiket feri Rp.7500,-

Pada hari pertama ini, kami sengaja memilih untuk mendatangi Gili Trawangan dengan feri publik jam 8 pagi, kami memilih Gili Trawangan karena pulau ini adalah pulau yang paling terkenal dan lebih banyak pengunjungnya dibanding pulau lain. Setelah merasakan besarnya ombak laut yang biru bersih nan indah (karena ini pada bulan September sampai Desember ombak diperkirakan selalu besar) tapi masih memungkinkan untuk dilewati walau dengan perasaan yang pasti was-was, karena kadang2 ombaknya setinggi perahu.

Setelah sampai di dermaga kami sangat dikejutkan dan penuh dengan perasaan kagum melihat putihnya pasir yang menghentang mengelilingi seluruh pulau. Beningnya air laut sampai dasar laut pun kelihatan dengan jelas. Bersihnya pantai, banyaknya turis bule yang berjemur dan ada beberapa orang melakukan snorkeling dan latihan diving. Keindahan ditambah, karena di Gili Trawangan ini anda bisa melihat pulau di sebelah yaitu Gili Meno dengan sangat jelas dengan hamparan pasir putih yang juga luas menghentang.

Agenda pertama yang kami lakukan yaitu mencari cara untuk mengelilingi pulau ini. Terdapat dua metode untuk mengelilingi pulau ini, yaitu dengan Cidomo (andong/dokar/kereta kuda) atau dengan sepeda atau bisa juga dengan jalan kaki.
Setelah menanyakan harga keliling pulau dengan cidomo, yaitu 50rb untuk 3 orang. Wah, padahal kami datang dengan 5 orang artinya butuh dua cidomo. Keliling pulau akhirnya kami putuskan untuk dilakukan dengan menggunakan sepeda, penyewaan yaitu 10rb.

Hmmm.... mengelilingi pulau ini sangat berkesan, keindahan pemandangan sepanjang pasir putih dan lautan biru pulau ini, keramahan penduduk desanya, banyaknya hotel-hotel murah meriah, dan lain sebagainya. Tetapi ada kesan lain yang kami dapat pada saat keliling pulau dengan sepeda. Yaitu, ternyata seperempat pinggiran pulau ini jalannya masih terbuat dari pasir yang sangat halusss sekali, belum di semen atau diberi tanah padat. Hueheheheheeee.... Artinya gak mungkin banget deh naik sepeda melewati pasir tersebut, alhasil sepeda kami tuntun beberapa kali. Cuapekkk mennnn.... Tapi TOP BGT dech...

Setelah lelah mengitari pulau ini, kami lalu makan di warung makan indonesian food. Harganya cukup terjangkau, nasi, sayur dan lauk bebas cuma 12 ribu. Setelah perut kami sudah terisi, maka kami lanjutkan untuk mengembalikan sepeda dan menyewa snorkeling. Harga sewa snorkeling dan kaki katak yaitu 15rb untuk digunakan sepuasnya (harga turis lokal).

Nah, pengalaman untuk snorkeling disini cukup mengesankan... Keindahannya karang bawah laut beserta komunitas ikan-ikan hiasnya kalau menurut saya sama indahnya dengan yang ada di Bunakan (cuma waktu di Bunaken dulu, saya dan kawan2 harus menyewa boat untuk mengunjungi tempat-tempat yang bagus buat snorkeling), tetapi disini di pinggir pantai (hanya 3 meter dari pantai, air laut hanya sampai perut) pun ikan-ikan sudah banyak yang melayang-layang mengelilingi terumbu karang. Jika dilanjutkan lebih ke tengah, maka anda akan lebih banyak menemukan ikan-ikan lainnya yang lebih besar. Penyu, ikan buntal, ikan teri, nemo, sharkbeat, belut laut berwarna, dan masih banyak lagi spesies ikan yang lucu lucu. Warna warni ikan hijau, biru, ungu, putih, kuning, merah, dan lain-lain.

Setelah melakukan snorkeling hampir 4 jam non stop dan menggosongkan kulit sampai hitam coklat seperti orang negro, maka tiba saatnya kami menyelesaikan aktivitas indah kami ini untuk mengejar kapal pulang ke pelabuhan Bangsal di pulau Lombok. Tepat pada pukul 5 sore akhirnya kami naik boat ke pelabuhan Bangsal, hari ini ombaknya sangat besar kapal bergoyang dengan sangat keras dan kadang-kadang ombak hampir setinggi kapal ini. Alhamdulillah, kami tiba di pelabuhan Bangsal dan melanjutkan perjalanan kembali ke Mataram melewati gunung Pusuk dan hutan monyet.

Setelah sampai rumah, kami mandi air hangat, lihat-lihat hasil foto kamera dan hasil film handycam tadi di pulau Gil,i dan masih terbayang-bayang keindahan pulau Gili Trawangan dan berencana untuk mendatangi Gili Meno dan Gili Air pada lusa esok hari. Yang review-nya akan saya berikan pada posting berikutnya.

Peseta tour Gili Trawangan pada hari ini adalah :
1. Doddi Priyambodo (me)
2. Tuty Kartikasari (my wife)
3. Teddy Privantoro (my brother)
4. Ivan (my cousin)
5. Nanto (my cousin)

4 comments: to “ Review the Beautiful Island of Gili Trawangan Lombok Indonesia